oleh

Kasrem 142/Tatag Tutup Latihan Penanggulangan Bencana Alam

MedanEkspres | Mamuju – Kasrem 142/Tatag Kolonel Inf. Yusuf Sampetoding menutup latihan Penanggulangan bencana alam gempa bumi dan tsunami yang digelar oleh Korem 142/Tatag sejak tanggal 21 sampai dengan 25 November 2021.

Kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait ini, merupakan latihan secara bersama dalam penanganan ketika ketika terjadi bencana alam yang sesungguhnya sehingga dapat dipahami tugas dan tanggungjawab sesuai peran dan fungsinya, agar secepatnya dapat mengambil langkah untuk menangani
dampak buruk yang ditimbulkan akibat bencana alam.

Danrem 142/Tatag, Brigjen TNI Firman Dahlan, SIP, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kasrem 142/Tatag mengharapkan, agar semua materi yang telah dilatihkan dapat diserap dengan baik untuk ditindaklanjuti dan mengimplementasikan dalam pelaksanaan tugas di masa yang akan datang guna tercapainya tugas pokok secara optimal.

“Kelemahan atau kekurangan yang telah dievaluasi pada kaji ulang, agar direspon sebagai suatu koreksi dan perbaikan, dalam upaya penyempurnaan prosedur dan mekanisme kerja dalam rangka terwujudnya profesionalme dan keberhasilan dalam pelaksanaan tugas,” kata Danrem 142/Tatag dalam amanat tertulisnya.

Disampaikan, materi latihan Penanggulangan bencana alam yang telah diterima, harus benar – benar dihayati untuk dijadikan acuan dalam menghadapi tugas – tugas perbantuan kepada Pemda dalam menanggulangi terjadinya bencana alam.

Pada akhirnya Danrem mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap penyelenggara dan peserta serta pihak terkait lainnya atas keseriusan dan kesungguhannya selama pelaksanaan latihan.

Usai upacara, kepada awak media, Kasrem 142/Tatag Kolonel Inf Yusuf Sampetoding mengatakan, penanggulangan bencana alam Korem 142/Tatag TA 2021 yang dilaksanakan dari 21-25 November bersama para Prajurit TNI, Polri dan Instansi terkait lainnya serta Pramuka, sebagai gambaran bahwa latihan penanggulangan bencana alam bukan hanya dilaksanakan oleh TNI, tetapi melibatkan unsur-unsur terkait.

“Kejadian bencana alam di Mamuju, telah banyak pengalaman yang kita dapatkan, sehingga dari kejadian tersebut kita bisa melihat kekurangan yang ada untuk dilakukan perbaikan dilatihan ini,” tandas Kasrem 142/Tatag, Kamis (25/11/2021).

Harapannya, dari hasil latihan ini para peserta benar-benar menguasai segala materi yang diberikan serta mampu mengimplementasikan ketika terjadi bencana alam.

“Pada intinya kita semua harus siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi,” kata Kolonel Inf Yusuf Sampetoding kepada awak media.

Sumber: Penrem 142/Tatag

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed