oleh

Di Samudera Hindia, Taruna AAL Satlat KJK Terlibat Latma KRI Bima Suci–KRI Bontang-907

MedanEkspres | Samudera Hindia – Dalam pelayaran Etape-10 Sabang-Nias saat melintasi Samudera Hindia, KRI Bima Suci dan KRI Bontang-907 terlibat Latihan Bersama (Latma) dalam operasi pengamanan perbatasan Laut Indonesia wilayah barat. Sebanyak 89 Taruna Tingkat ll Angkatan ke-68, Satuan Latihan Kartika Jala Krida (Satlat KJK) 2021 turut dilibatkan dalam latihan tersebut, Selasa (12/10/2021).

Menurut Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) KJK 2021, Letkol Laut (P) Pungki Kurniawan, M.Tr.Opsla., kedua KRI memulai latihan dengan mengibarkan bendera merah putih. KRI Bontang – 907 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Jerry Henry Manuhutu M.Tr.Hanla., di bawah kendali operasi Guskamla (Gugus Keamanan Laut) Koarmada I, setelah saling memberikan isyarat, selanjutnya kedua kapal mendekat untuk melaksanakan latihan Replacement At Sea (RAS) Approach dan PASSEX.

Prajurit KRI Bontang – 907, KRI Bima Suci beserta para Taruna AAL melaksanakan parade dari atas geladak KRI, dengan sigap 89 Taruna AAL Tingkat III Angkatan ke-68 siap menempati pos masing-masing untuk melaksanakan peran Parade lambung kanan dengan KRI Bontang – 907.

Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Haris Bima Bayuseto, S.E., M.Si., menginstruksikan Komandan KRI Bontang tetap siaga merespons dan melakukan pengamanan terhadap KRI Bima Suci yang dikomandani Letkol Laut (P) Waluyo, S.H., M.Tr.Hanla., dalam pelayarannya dari Sabang menuju Nias.

Dalam latihan ini, Danguskamla Koarmada I berpesan kepada seluruh personel kedua KRI untuk melaksanakan latihan yang sebenarnya dengan prosedur yang ditetapkan, sehingga dapat memberikan bekal pengetahuan, pengalaman dan keterampilan kepada para Taruna AAL sebagai penerus kepemimpinan TNI/TNI AL kedepan.

Danguskamla 1 berharap, dengan tempaan latihan yang baik dapat menjadikan perwira samudra yang tangguh, hebat dan luar biasa, untuk bekal membawa TNI AL yang kuat, modern dan profesional untuk Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh.

“Hree Dharma Shanti adalah semboyan Akademi TNI Angkatan yang berarti, malu berbuat cela agar para Taruna betul-betul memaknai semboyan tersebut baik dalam pendidikan, meniti karir maupun dalam kehidupan sehari-hari serta bagi kita sekalian seluruh personil Angkatan Laut terutama KRI Bontang dan KRI Bima Suci dalam melaksanakan tugas-tugas kedepan agar selalu menjaga keamanan di perairan Indonesia,” ujarnya.

Sumber: Bagpen AAL

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed