oleh

Korpaskhas Persembahkan Drama Kolosal di Hari Bakti TNI Angkatan Udara

MedanEkspres | Bandung – Dini hari Kota Ambarawa, Salatiga dan Semarang dikagetkan dentuman bom yang dijatuhkan oleh prajurti TNI Angkatan Udara (AURI saat itu) dengan menggunakan pesawat Cureng dan Guntai peninggalan Jepang.

Hal tersebut dilakukan sebagai aksi balasan dilanggarnya Perjanjian Linggarjati oleh Belanda yang melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Indonesia.

Namun di hari yang sama, sore hari pesawat P-40 Kittyhawk Belanda melakukan serangan balik dengan berondongan peluru dengan sasaran Pesawat Dakota VT-CLA yang membawa obat-obatan sumbangan dari Palang Merah Malaya kepada Palang Merah Indonesia.

Pesawat jatuh di Desa Ngoto, 3 km sebelah selatan Yogyakarta yang mengakibatkan gugurnya tokoh-tokoh TNI AU, di antaranya Komodor Muda Udara Adisucipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh dan Opsir Muda Udara Adisumarmo.

Dua peristiwa yang terjadi 73 tahun lalu tepatnya tanggal 29 Juli 1947 itu mempunyai makna besar yang perlu dihayati oleh setiap prajurit TNI Angkatan Udara, sehingga sangat tepat jika hari itu kemudian diperingati sebagai Hari Bakti TNI Angkatan Udara.

Peristiwa tersebut terkemas dengan apik lewat drama kolosal yang diperankan oleh Prajurit Pusdiklat Paskhas dan disaksikan oleh seluruh anggota Pusdiklat Paskhas yang bertempat di Lapangan Apel Pusdiklat Paskhas.

Menurut Dankorpaskhas Marsda TNI Marsda TNI Eris Widodo Y, SE, MTr (Han), drama kolosal ini merupakan gambaran yang terjadi pada saat itu, sehingga diharapakan generasi muda TNI Angkatan Udara dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

Hal tersebut yang disampaikan Dankorpaskhas melalui Kapen Korpaskhas, Letkol Pas Wendy saat memberikan pengarahan kepada seluruh anggota Pusdiklat Paskhas.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” ujar Kapen Korpaskhas mengakhiri arahannya.

Acara yang dilaksanakan pada pukul 05.00 ini menambah kesan tersendiri bagi penonton dan pelaku karena suasananya kurang lebih sama dengan waktu saat itu. (*/Zul)

*Sumber: Penkorpaskhas

banner 200x200

banner 200x200

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed