8064KALI DIBACA

Babinsa Inspiratif “Melawan Karhutla dengan Kebun Nanas” Terima Penghargaan BNPB

Babinsa Inspiratif “Melawan Karhutla dengan Kebun Nanas” Terima Penghargaan BNPB
Foto: Penrem 031/WB
banner 200x200

MedanEkspres | Pekanbaru – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Letnan Jenderal TNI Doni Monardo memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Serda Sutrasno salah seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 402-02/Pedamaran Kodim 0402/OKI atas inspiratifnya dalam “Melawan kebakaran hutan dan lahan dengan kebun nanas” bertempat di Universitas Riau (UNRI) Pekanbaru Riau, Selasa (5/11/2019).

Tak hanya Serda Sutrasno yang menerima penghargaan dan apresiasi dari BNPB, melainkan ada tiga orang lainnya pada kesempatan yang sama juga menerima penghargaan oleh Letjen TNI Doni Monardo, yakni dua orang wartawan Kompas Irma Tambunan (Wartawan Kompas Cetak Jambi) dan Rhama Purnajati (Wartawan Kompas Cetak Palembang) terkait karya atau tulisan keduanya yang dinilai inspiratif dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia serta Kapoktan (Ketua Kelompok Tani) Dusun IV (Sepucuk) Desa Menang Raya Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel Bapak Mujidun pegiat budidaya nanas di lahan gambut.

Foto: Penrem 031/WB


Acara tersebut dihadiri Gubernur Riau H. Syamsuar, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead, Komandan Korem 031/ Wirabima Brigadir Jenderal TNI Mohammad Fadjar dan Rektor Universitas Riau Prof Aras Mulyadi serta Mahasiwa UNRI penerima kuliah umum dari Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Kampus Bina Widya KM 12,5 Simpang Baru Pekanbaru.

Dalam kesempatan tersebut, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan bahwa untuk mencegah agar persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di masa akan datang, perlunya komitmen semua pihak, dan tanpa membebankan tanggung jawab kepada pemerintah saja.

“Pemerintah sendiri melalui pihak terkait terus berupaya melakukan pencegahan dengan memberikan jalan agar paradigma membuka lahan dengan cara membakar tidak lagi terjadi, melalui penyediaan peralatan pertanian yang dibutuhkan masyarakat”, ujar Doni.

Foto: Penrem 031/WB


Selain itu menanggapi awak media yang turut serta dalam inspiratif penanggulangan Karhutla, ia mengatakan bahwa tulisan wartawan ini memberi inspirasi, kami jadi mengetahui persoalan di lapangan dari tulisannya tersebut.

”Tidak gampang untuk melakukan peliputan di lapangan yang berbahaya, apalagi dilakukan oleh perempuan wartawan”, lanjutnya.

Sementara itu, Serda Sutrasno menceritakan panjang lebar pengalamannya dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran di lahan perkebunan miliknya yang dahulunya sering terbakar dan kini sudah empat tahun terakhir tidak terjadi kebakaran, justru mendapat penghasilan tambahan berkat tanaman nanas di sela-sela tanaman sawit di kebunnya.

Foto: Penrem 031/WB


“Saya sudah lelah dengan kebakaran yang datang setiap tahun, dan kami mencoba menanam komoditas lain disela-sela kebun sawit pada 2016 yaitu dengan tanaman nanas. Alhamdulillah dari tanaman nanas saja kami dapat penghasilan Rp.7 juta – Rp.9 juta per hektar. Dan setiap dua minggu sekali masih bisa panen tanaman pokok sekitar Rp.400.000 per hektar dari sawit walaupun harganya sedang anjlok“, urai Sutrasno. (*/zul)

*Sumber: Penrem 031/WB

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below