2104KALI DIBACA

Seratusan Prajurit Yonif 123/RW Dikirim ke Riau Bantu Atasi Karhutla

Seratusan Prajurit Yonif 123/RW Dikirim ke Riau Bantu Atasi Karhutla
Foto: Penrem 023/KS
banner 200x200

MedanEkspres | Padangsidimpuan – Seratusan Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 123/Rajawali dikirim ke Provinsi Riau untuk membantu penanganan bencana kabut asap akibat Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan), Minggu (15/9/2019).

Menurut Komandan Yonif 123/RW, Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing, SIP, dalam rilis tertulisnya di Kota Padangsidimpuan menjelaskan, pergeseran pasukan (serpas) ini menindaklanjuti perintah Komando Atas dalam hal ini Pangdam I/BB, Mayjen TNI MS Fadhilah, beberapa hari sebelumnya.

Foto: Penrem 023/KS


“Sesuai perintah dari Komando Atas, Prajurit Yonif 123/Rajawali akan dikirim ke Provinsi Riau untuk membantu penanganan bencana Karhutla,” terang Danyonif.

Prajurit Yonif 123/RW yang dikirim akan bergabung dengan Satgas Penanggulangan Karhutla di bawah BKO Korem 031/Wira Bima.

“Prajurit Yonif 123/RW akan ditempatkan di beberapa wilayah titik api yang ada di Provinsi Riau dengan tugas utama membantu mengatasi Karhutla yang terjadi,” ungkap Danyonif.

Foto: Penrem 023/KS


Kepada prajurit yang berangkat, Danyonif berpesan agar tidak mudah menyerah terhadap kondisi yang dihadapi dalam upaya membantu memadamkan api.

“Senantiasa memperhatikan faktor keamanan dalam situasi sulit sekalipun. Ini merupakan tugas mulia bagi seorang prajurit Rajawali, yakni untuk menyelamatkan ekosistem hutan dan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat akibat kebakaran hutan,” pesan Danyonif.

“Jadikan tugas yang kalian lakukan ini sebagai ladang amal ibadah kepada sesama, sehingga melahirkan sikap yang tulus ikhlas dalam melaksanakan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa,” pungkas Danyonif.

Foto: Penrem 023/KS


Untuk diketahui, bencana kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Provinsi Riau telah berdampak kepada masyarakat luas, aspek sosial budaya dan kesehatan masyarakat. Karena asap dari kebakaran hutan dan lahan telah memengaruhi aktivitas mata pencaharian masyarakat serta menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta penyakit lainnya. (*/zul)

*Sumber: Penrem 023/KS

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below