1888KALI DIBACA

Aksi Anarkis di Deiyai Berujung Gugurnya Satu Prajurit TNI

Aksi Anarkis di Deiyai Berujung Gugurnya Satu Prajurit TNI
Foto: Ist

MedanEkspres | Deiyai – Aksi massa anarkis di depan Kantor Bupati Deiyai, Rabu siang (28/8/2019) sekitar pukul 13.00-14.00 WIT, telah menyebabkan gugurnya seorang Prajurit TNI AD, serta melukai tiga prajurit TNI lainnya dan empat anggota Polri.

Keterangan Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Cpl Eko Daryanto merincikan, aksi brutal massa dari Kabupaten Deiyai itu, mulanya hanya berjumlah lebih kurang 100 orang. Aksi terpicu isu rasisme dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya.

“Aksi yang dikoordinir Stevanus Pigai, Ketua KNPB wilayah Kabupaten Deiyai itu semakin bertambah jumlah massanya hingga mencapai 1000 orang pada pukul 14.00 WIT,” terang Kapendam.

Massa yang berasal dari beberapa wilayah itu terkonsentrasi di Lapangan Wagete, Kabupaten Deiyai. “Massa terlihat membawa senjata tradisional panah, parang dan batu. Kemudian massa bergerak menuju Kantor Bupati Deiyai,” jelas Kapendam.

Massa yang sudah bergabung di Kantor Bupati Deiyai kemudian melakukan aksi anarkhis dengan melakukan pelemparan ke arah aparat keamanan yang berjaga di kantor bupati.

Kondisi massa semakin tidak terkendali. Tidak hanya aparat keamanan yang diserang, kendaraan petugas yang sedang mengamankan aksi juga ikut menjadi sasaran kemarahan.

Penyerangan dilakukan dengan menggunakan panah dan parang serta terdengar tembakan dari arah massa. Aparat keamanan berusaha untuk meredam dan menghentikan aksi massa, tetapi massa justeru semakin brutal dan membabi buta.

“Aksi anarkhis dan brutal massa ini mengakibatkan satu Prajurit TNI gugur, serta melukai tiga prajurit TNI lainnya dan empat anggota Polri. Korban gugur dan luka-luka disebabkan senjata panah dan parang,” ungkap Letkol Cpl Eko Daryanto.

Foto: Ist


Peristiwa ini ikut menyebabkan dua warga sipil meninggal dunia. Yakni satu orang meninggal di RS akibat terkena tembakan di bagian kaki, dan satu lagi akibat terkena panah.

Langkah Kodam XVII/Cenderawasih, lanjut Letkol Eko, adalah langsung mengevakuasi korban ke RS Paniai untuk mendapatkan pertolongan medis dan mengevakuasi korban meninggal dunia ke Nabire serta melakukan koordinasi dengan Polda Papua untuk langkah pengamanan selanjutnya.

“Pukul 16.00 WIT, situasi Kabupaten Deiyai terkendali dan kondusif. Aparat keamanan TNI/POLRI saat ini masih melaksanakan pengamanan di lokasi dan fasilitas umum untuk mengendalikan situasi di wilayah Kabupaten Deiyai,” pungkas Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Cpl Eko Daryanto. (*/zul)

*Sumber: Pendam XVII/Cen

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below