102KALI DIBACA

Shalat Istisqa Kodim 0406/Mura Doakan Hujan Turun

Shalat Istisqa Kodim 0406/Mura Doakan Hujan Turun
Foto: Penrem 044/Gapo
banner 200x200

MedanEkspres | Lubuklinggau – Di musim kemarau tahun ini, BMKG memprediksi kemarau akan lebih panas dari kemarau tahun sebelumnya, yang mengakibatkan banyak terjadi Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla), selain itu juga membuat tumbuh-tumbuhan yang semula hijau menjadi mengering.

Untuk mengantisipasi ancaman kekeringan tersebut, Kodim 0406/Mura menggelar shalat istisqa (salat minta turunkan hujan) di lapangan bola kaki Exs Kompi RT.02 Kel. Air Kuti Kec. Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau.

Menurut Komandan Kodim 0406/Mura Letkol Inf M. A’an Setiawan, S.Sos.,M.I.Pol. yang diwakili Danramil 406-02/Rawas Ilir Kapten Inf Agus Cahyono mengatakan, bahwa saat ini musim kemarau masih berlangsung dan belum juga turun hujan.

“Kita berdoa memohon kepada Allah SWT, semoga diberikan rahmat berupa hujan sehingga penanganan Karhutla di wilayah Musirawas dan Lubuklinggau akan cepat teratasi”, katanya.

Di samping itu, Kapten Inf Agus Cahyono juga menambahkan, selain kejadian Karhutla juga sudah banyak tumbuhan kering. “Di seputaran kita sudah banyak tumbuhan yang kering, mudah-mudahan dengan turun hujan, tumbuh-tumbuhan bisa kembali hijau dan subur lagi”, harap Agus Cahyono.

Sementera itu, Ustadz H. Rojali dalam khutbahnya menyampaikan bahwa keluhan telah banyak terdengar, tentang kondisi musim kemarau yang panjang, dan musim hujan yang belum juga datang, sehingga mengakibatkan kepada kekeringan dan kerusakan yang merata di segenap wilayah bangsa.

Foto: Penrem 044/Gapo


“Bencana kabut asap, kebakaran hutan, gagal panen, air tanah yang telah habis, air gunung, dan sungai yang semakin berkurang, sehingga mengurangi pasokan energi listrik, telah menjadi kondisi yang dirasakan oleh mayoritas rakyat di segenap negeri kita ini”, terangnya.

Lanjut Ustadz H. Rojali, kondisi ini semoga dapat menyadarkan segenap anak bangsa, rakyat biasa atau pemerintah, kaum pinggiran atau kalangan pejabat, umat yang terlupa atau kaum pesohor, bahwa bumi ini adalah milik Allah, tiada kuasa bagi manusia untuk menghindar dari nikmat yang diangkat oleh-Nya.

“Maka upaya tobat adalah satu-satunya jalan untuk mengembalikan nikmat tersebut. Bertobat dengan segenap kesadaran dan keikhlasan, kembali kepada aturan dan syariat Allah, meninggalkan perilaku yang dimurkai oleh Allah. Bertobat kepada Allah, menjadi penghapus atas segala kesalahan, dan juga pembuka pintu rahmat Allah”, urai Ustadz H. Rojali. (*/zul)

*Sumber: Penrem 044/Gapo

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below