244KALI DIBACA

Lepas 30 Anak Penyu ke Laut, Danrem 032/Wbr Ajak Generasi Milenial Jaga Harmonisasi Alam

Lepas 30 Anak Penyu ke Laut, Danrem 032/Wbr Ajak Generasi Milenial Jaga Harmonisasi Alam
Foto: Penrem 032/Wbr

MedanEkspres | Pariaman – Banyak cara yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem baik darat maupun laut, baik tumbuhan maupun satwa dalam suatu wadah lingkaran kehidupan.

Seperti apa yang dilakukan oleh Danrem 032/Wbr, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo pada saat melakukan kunjungan ke pusat konservasi penyu Pariaman, dengan melepaskan anakkan penyu (Tukik) ke habitat aslinya yang merupakan salah satu cara untuk menjaga harmonisasi alam, Minggu (25/8/2019).

Foto: Penrem 032/Wbr


Dalam kunjungan ini, rombongan Danrem 032/Wbr yang didampingi oleh Kasrem, Kasi Korem serta Ketua Persit KCK Koorcab Rem 032/Wbr, Mia Kunto Arief Wibowo disambut oleh Dandim Pariaman, Letkol Arm Heri Pujiyanto, SSos, Danramil 02, Mayor Inf Didin dan Chitra Aditur, SPi selaku Kabid Perikanan DP3 Kota Pariaman, yang langsung menuju penangkaran Penyu desa Apar Kec Pariaman Utara kota Pariaman.

Komandan Korem 032/Wbr, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo menyampaikan, di lokasi dirinya beserta rombongan melihat langsung bagaimana proses pembibitan Penyu, mulai dari dia bertelur hingga akhirnya sampai menetas.

Menurutnya bahwa proses penangkaran penyu ini tergolong agak susah, oleh karenanya dibutuhkan orang-orang yang benar benar sabar dan mau merawatnya.

“Proses penangkaran penyu ini tergolong agak susah, oleh karenanya dibutuhkan orang-orang yang benar benar sabar dan mau merawatnya,” ungkap Danrem.

Foto: Penrem 032/Wbr


Jenis penyu yang ada di Konservasi Penyu Pariaman yang pengelolaannya dibawah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar ini termasuk dari jenis penyu langka seperti Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricate). Sejak 2009 tempat penangkaran penyu ini telah melakukan penangkaran kurang lebih 30.000 ekor tukik. Telur-telur dari ketiga spesies tersebut yang diselamatkan oleh UPT Konservasi Penyu Kota Pariaman.

Kabid Perikanan DP 3 Kota Pariaman, Chitra Aditur, SPi yang didampingi oleh pengelola konservasi penyu, Ahmad Hidayat menyampaikan, setiap sarang yang menetas anggaplah 100 persen dan nantinya 75 persen dilepaskan kelaut, 25 persen lagi akan digunakan untuk penelitian dan edukasi.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tujuan dilepaskannya ke laut, selain untuk mengembalikan ke habitatnya juga untuk menjaga dan meningkatkan populasi penyu agar ekosistim di lautan tidak terganggu karena penyu termasuk hewan laut yang hampir punah.

Foto: Penrem 032/Wbr


“Penyu dilepaskan ke laut agar dia kembali ke habitatnya, kalau sudah musim bertelur dia pasti akan kembali lagi ke darat, begitu instingnya,” ujar Chitra menambahkan.

Dalam kesempatan ini, Danrem beserta rombongan melakukan pelepasan Tukik (anak Penyu) sebanyak 30 ekor ke laut bebas sesuai habitatnya di Pantai Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. (*/zul)

*Sumber: Penrem 032/Wbr

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below