246KALI DIBACA

Korem 023/KS Gelar Binkomsos Cegah Tangkal Radikalisme

Korem 023/KS Gelar Binkomsos Cegah Tangkal Radikalisme
Foto: Penrem 023/KS
banner 200x200

MedanEkspres | Sibolga – Untuk mengantisipasi terjadinya gerakan radikalisme dan separatisme, Korem 023/Kawal Samudera sebagai komando kewilayahan menggelar kegiatan pembinaan komunikasi sosial (Binkomsos) Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme, bertempat di Aula Gupala Markas Korem 023/KS, Jln Datuk Itam Nomor 1 Sibolga, Selasa (13/8/2019).

Kegiatan yang dibuka Danrem 023/KS, Kolonel Inf Trisaktiyono diwakili Kasrem 023/KS, Letkol Inf I Gusti Ketut Artasuaya ini mengangkat tema “Melalui Kegiatan Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme, Kita Perkokoh Mentalitas dan Pemahaman Ideologi Pancasila Guna Mencegah Ancaman Bahaya Radikalisme/Separatisme dalam Rangka Mewujudkan Alat Juang Pertahanan yang Tangguh”.

Foto: Penrem 023/KS


Acara ini dikerjasamakan Korem 023/KS dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nadhatul Ulama, Muhammadiyah, Pareses HKBP, Ketua BKAG, Pengurus HTT, Uskup, Pengurus Masjid Agung Sibolga, Pengurus Vihara, Ketua LADN, Ketua Yayasan STIE AL Washliyah Sibolga, Kepala SMAN 3 Sibolga.

Dalam sambutan tertulis Danrem 023/KS yang dibacakan Kasrem 023/KS dijelaskan, gerakan radikalisme dan separatisme telah merebak di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia.

“Gerakan ini menimbulkan keperihatinan dan kekhawatiran kita semua, karena gerakannya sangat bertentangan dengan Ideologi Pancasila, sehingga diperlukan upaya sungguh – sungguh dalam memerangi paham tersebut,” jelas Danrem 023/KS.

Foto: Penrem 023/KS


Dikatakan Danrem 023/KS, kegiatan Binkomsos Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme ini merupakan wujud nyata untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen bangsa, dalam rangka terwujudnya suatu kekuatan komponen bangsa guna mengantisipasi dan mencegah masuknya paham radikalisme/separatisme di seluruh wilayah Korem 023/KS.

Ditegaskan Danrem pula, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kerja sama yang solid antara Korem 023/KS dengan seluruh komponen bangsa, dalam rangka mengatasi permasalahan bangsa khususnya tentang bahaya radikalisme/ separatisme, sehingga masyarakat di wilayah terhindar dari sikap dan perilaku radikal yang menggangu jalannya roda pemerintahan.

“Mari kita satukan tekad, semangat dan langkah serta merapatkan barisan dalam membangun wilayah ini, sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Kita tingkatkan kerja sama dan koordinasi yang solid untuk dapat mengatasi setiap permasalahan yang mungkin timbul, sehingga bisa ditangani secara tepat dan cepat agar wilayah kita ini selalu kondusif dan aman,” pungkas Danrem seperti disampaikan Kasrem 023/KS.

Foto: Penrem 023/KS


Sementara itu, Ketua FKUB Kota Sibolga sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan ini, Drs H Nurdiswar Jambak, MSc, MA, menjelaskan, cegah tangkal radikalisme/ separatisme bisa dilakukan melalaui wawasan keagamaan.

Dikatakannya, ciri-ciri radikalisme adalah ingin dikenal atau terkenal dan mendapat dukungan lebih banyak orang, menggunakan cara-cara kekerasan/ekstrim, upaya penolakan terus menerus, menuntut perubahan yang diinginkan, memiliki keyakinan yang kuat terhadap program yang ingin dicapai, semua pihak yang berbeda/berseberangan pandangan dengannya adalah bersalah/sesat/musuh harus disingkirkan dan tidak peduli dengan Hak Asasi Manusia (HAM).

Drs H Nurdiswar Jambak, MSc, MA, mengatakan, ada beberapa solusi pembebasan radikalisme. Yakni Pemerintah harus menyosialisasikan Ideologi Negara Pancasila, baik itu sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, maupun sebagai kepribadian bangsa kepada seluruh elemen masyarakat secara konfrehensif dan terus-menerus.

“Melakukan pendalaman wawasan keagamaan (melalui pendidikan formal, non formal, dan infomal) dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan yang bersifat terbuka dan toleransi dalam upaya mencegah provokasi dan hasutan dari pembentukan paham radikalisme/separatisme,” jelasnya.

Foto: Penrem 023/KS


“Setiap warga negara Indonesia menerima adanya perbedaan identitas, agama dan kepercayaan, suku, etnis, adat budaya, kemudian bisa saling mengerti, menghormati, bertoleransi dan bersatu dalam keberagaman,” tambahnya.

Pemerintah, para pemangku kepentingan, ulama, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, generasi muda, dan seluruh lapisan masyarakat harus ikut melibatkan diri dalam upaya pencegahan/penangkal masuknya aliran/paham radikalisme, separatisme, ekstrimisme, bahkan terorisme ke republik ini.

“Selain dari paham radikalisme, separatisme, dan terorisme, adalagi bahaya latin bagi NKRI yakni: marxisme, lenisme, dan komunisme yang harus diwaspadai,” pungkasnya. (*/ul)

*Sumber: Penrem 023/KS

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below