3537KALI DIBACA

HUT Ke-67 Kopassus, Heroisme Baret Merah dalam Pusaran Sejarah

HUT Ke-67 Kopassus, Heroisme Baret Merah dalam Pusaran Sejarah
Foto: Ist

MedanEkspres | Jakarta – Heroisme Baret Merah! Itulah kalimat yang layak untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang menjadi kebanggaan TNI, khususnya TNI AD.

Tidak ada kekuatan tempur lain milik TNI yang memancing imajinasi heroik sekental Kopassus. Sejak didirikan pada 16 April 1952 buat menumpas pemberontakan Republik Maluku Selatan, satuan elit Angkatan Darat ini sudah berulangkali terlibat dalam operasi mengamankan NKRI.

Foto: Getty Images/AFR


1. Kecil dan Mematikan
Dalam strukturnya yang unik, Kopassus selalu beroperasi dalam satuan kecil dengan mengandalkan serangan cepat dan mematikan. Pasukan elit ini biasanya melakukan tugas penyusupan, pengintaian, penyerbuan, anti terorisme dan berbagai jenis perang non konvensional lain. Untuk itu setiap prajurit Kopassus dibekali kemampuan tempur yang tinggi.

Foto: Getty Images/AFR


2. Mendunia Lewat Woyla
Nama Kopassus pertamakali dikenal oleh dunia internasional setelah sukses membebaskan 57 sandera dalam drama pembajakan pesawat Garuda 206 oleh kelompok ekstremis Islam, Komando Jihad, tahun 1981. Sejak saat itu, Kopassus sering dilibatkan dalam operasi anti terorisme di Indonesia dan dianggap sebagai salah satu pasukan elit paling mumpuni di dunia.

Foto: Getty Images/AFR


3. Terjun Saat Bencana
Segudang prestasi Kopassus membuat prajurit elit Indonesia itu banyak dilirik negeri jiran untuk mengikuti latihan bersama, di antaranya Myanmar, Brunei dan Filipina. Tapi tidak selamanya Kopassus cuma diterjunkan dalam misi rahasia. Tidak jarang Kopassus ikut membantu penanggulangan bencana alam di Indonesia, seperti banjir, gempa bumi atau bahkan kebakaran hutan.

Foto: Getty Images/AFR


4. Sejarah yang Melegenda
Dalam rangka menumpas pemberontakan separatisme di Indonesia, seperti pemberontakan Republik Maluku Selatan di Ambon pada tahun 1950, maka Kolonel Inf Kawilarang yang pada waktu itu menjabat sebagai Panglima TT III (sekarang Kodam III/Siliwangi), mempunyai gagasan untuk membentuk pasukan khusus, yang dinamakan Kesatuan Komando TT III/Siliwangi.

Setelah segala sesuatu yang menyangkut pembentukan satuan komando yang menyangkut personel, administrasi, logistik dan pangkalan, maupun segala hal yang diperlukan untuk persiapan cukup matang, maka Panglima TT III/Siliwangi mengeluarkan Instruksi No. 55/Instr/1952 tanggal 16 Oktober 1952, tentang pembentukan dan penetapan Kesatuan Komandao Teritorium III disingkat Kesko III.

Foto: Getty Images/AFR


Dalam perkembangannya, pasukan khusus Kesko III ini berkembang menjadi Batalyon Shandi Yudha dalam rangka menumpas pemberontakan G30S/PKI.

Berbagai keberhasilan Batalyon Sandhi Yudha tersebut menimbulkan ilham pimpinan ABRI saat itu untuk membentuk pasukan khusus yang berintikan Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopasandha).

Sehubungan dengan hal itu, Pangab menginstruksikan Kopassandha ditingkatkan menjadi pasukan khusus yang dituangkan dalam Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/446/V/1998 tanggal 2 Mei 1985. Sejak saat itu nama Kopasandha berubah menjadi Kopassus (Komando Pasukan Khusus) yang bermarkas di Cijantung.

Mengingat tanggal 16 April 1952 merupakan sejarah terbentuknya pasukan khusus, maka setiap tanggal 16 April saat ini diperingati sebagai hari ulang tahun Kopassus. (*/zul)

*Sumber: http://www.sejarahtni.mil.id

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below