408KALI DIBACA

Pangdam I/BB Dampingi Panglima TNI Tinjauan Udara Lokasi Karhutla di Pelalawan

Pangdam I/BB Dampingi Panglima TNI Tinjauan Udara Lokasi Karhutla di Pelalawan
Foto: Penrem 031/WB
banner 200x200

MedanEkspres | Pelalawan – Pangdam I/BB, Mayjen TNI MS Fadhilah ikut mendampingi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo dan Menteri LHK, Siti Nurbaya, melakukan tinjauan udara ke lokasi Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (13/8/2019).

Dalam peninjauan, rombongan Panglima TNI didampingi Dansatgas Karhutla yang juga Gubernur Riau, Syamsuar beserta Pangdam I/BB, Mayjen TNI MS Fadhilah, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Mohammad Fadjar, Kepala BPBD Riau Edwar Sanger dan unsur terkait lainnya.

Foto: Penrem 031/WB


Setelah meninjau wilayah kebakaran lebih kurang 1,5 jam melalui udara di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir, kemudian rombongan mendarat di Desa Sering, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Panglima TNI dan rombongan juga melakukan peninjauan udara ke lokasi TNTN, Pulau Gelang, dan Kempas Jaya di Indragiri Hilir.

Usai melakukan tinjauan udara, Panglima TNI mengingatkan agar ke depan jangan ada lagi kasus Karhutla di Provinsi Riau. Selain itu, Panglima TNI juga mengimbau warga masyarakat untuk sama-sama menjaga “Bumi Lancang Kuning” dari kasus Karhutla.

Foto: Penrem 031/WB


“Harus bersinergi dalam konteks menjaga Riau dari Karhutla,” pesan Panglima TNI.

Di kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya, menyayangkan kondisi TNTN di Kabupaten Pelalawan yang cukup parah akibat Karhutla.

“Hari ini kita tinjau lapangan, mulai dari Pelalawan, Pekanbaru, masuk ke selatan arah timur, kami juga terbang di atas Tesso Nilo. Cukup parah, kelihatan masuk ke wilayah tengah,” ujar Siti.

Foto: Penrem 031/WB


Siti menyebutkan, KLHK sudah mempelajari TNTN sejak 2016 lalu. Dari sana ada solusi yang dipersiapkan. “Kita tahu hampir 8 ribu lebih kepala keluarga yang harus ditata di dalamnya. Ada zona-zona, blok-blok dan sebagainya sudah didalami,” ucap Siti.

Dia menyebutkan, penyelesaian solusi sudah dipersiapkan bersama Gubernur Riau. Tinggal langkah penegakan hukum tentang oknum-oknum yang menguasai lahan tersebut.

“Kita pernah bertanya siapa punya tiga hektare, dan siapa punya tiga ribu hektare. Pak Kapolri sudah mempertegas tentang langkah-langkah penegakan hukum, kita selesaikan. Tinggal dukungan administratif yang kemarin terhambat karena proses peraturan daerah,” tutur Siti.

Foto: Penrem 031/WB


Dari pantauannya, rombongan juga menelusuri dari TNTN ke wilayah timur. Di sana terlihat koridor-koridor kebakaran di lahan sawit yang hampir merata.

“Di situ, seluruhnya hampir kebun sawit. nanti kita akan cek. Tadi sudah foto. Nanti kelihatan, itu sawit yang bermasalah atau kebun seperti apa. Pada prinsipnya dari sisi penegakan hukum ada instrumennya,” tegas Siti.

Usai melakukan peninjauan, rombongan kembali ke Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru untuk kemudian terbang menuju Palembang, Sumatera Selatan sekitar pukul 12.30 Wib. (*/zul)

*Sumber: Penrem 031/WB

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below