453KALI DIBACA

Tutup TMMD 105 di Samarinda, Panglima TNI Dianugerahi Gelar Pengeran Wira Ambara

Tutup TMMD 105 di Samarinda, Panglima TNI Dianugerahi Gelar Pengeran Wira Ambara
Foto: Penrem 091/ASN
banner 200x200

MedanEkspres | Samarinda – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP secara resmi menutup pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 0901/Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (8/8/2019).

Di acara penutupan yang digelar di GOR Sempaja, Samarinda, Panglima TNI bertindak sebagai inspektur upacara.

Sebelum upacara penutupan TMMD dimulai, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP menerima gelar kehormatan dari Sultan Ing Martadipura XXI, berupa gelar Pangeran Wira Ambara (Sang Pangeran yang Berjiwa Ksatria Di Angkasa/Udara) oleh kesultanan Kutai Kartanegara, Drs Adji Mohammad Arifin, MS.

Foto: Penrem 091/ASN


Dalam amanatnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan TMMD TA. 2019 Manunggal membangun desa telah berjalan selama 39 tahun diawali pada tahun 1980 ketika pertama kali digagas oleh Jenderal M. Yusuf yakni ABRI masuk desa dan lintas sektoral bersama Kementerian lembaga pemerintah non kementerian dan masyarakat sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan nasional program TMMD dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat”.

“Dalam pelaksanaannya TMMD Ke 105 saat ini telah membangun jalan sepanjang 24.391.153 meter, pembuatan parit irigasi sepanjang 3.572.223 meter dan 7.418 unit jembatan. Selain itu telah dibangun atau direhab 35.166 unit rumah dipasang 1.209.002 meter pipa air bersih, dibangun 8.162 unit sarana ibadah, 7.708 gedung sekolah dan pemasangan jaringan listrik di 15.484 lokasi”, jelasnya.

Foto: Penrem 091/ASN


“Dengan telah selesainya TMMD ke 105 kita semua tentunya berharap dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, apa yang telah dibangun bersama hendaknya dapat dimanfaatkan dan dinikmati oleh masyarakat dalam jangka panjang. Pada kesempatan ini TNI dan atas nama seluruh prajurit TNI saya mengucapkan terima kasih kepada para pejabat daerah tokoh agama tokoh adat tokoh masyarakat serta rekan-rekan media cetak dan elektronik atas dukungan bantuan dan partisipasinya apresiasi juga saya sampaikan lintas kementerian dan lembaga pemerintah non kementerian serta Kepolisian Negara Republik Indonesia kerjasama dan sinensis semua komponen bangsa TNI Manunggal membangun desa dan 105 tahun anggaran 2019 dapat terlaksana dengan baik”, tutupnya.

Foto: Penrem 091/ASN


Sementara itu, Walikota Samarinda H. Syaharie Jaang, SH, MSi, turut menyampaikan rasa terimakasih atas kegiatan yang berlangsung selama 30 hari itu, sehingga Kelurahan Lokbahu dan Kelurahan Karang Asam Ulu Kecamatan Sei. Kunjang Kota Samarinda dapat terbantu dalam pembangunan.

“Kegiatan TMMD Ke-105 ini jelas bermanfaat. Bagi kami Pemkot Samarinda, yang pasti akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Sekali lagi saya atas nama Pemerintah Kota Samarinda, mengucapkan terima kasih dan ini adalah sejarah pertama di Samarinda penutupan TMMD dihadiri langsung oleh Panglima TNI,” ucapnya dengan bangga.

Foto: Penrem 091/ASN


Usai upacara Panglima TNI menyerahkan Sembako sebanyak 3 ribu paket, setiap paket bernilai Rp 500 Ribu kepada warga. Selain pembagian paket Sembako tersebut Panglima memberikan kaki palsu dan menyerahkan kaca mata gratis kepada masyarakat.

Kegiatan juga diwarnai dengan pembagian door prize dengan berbagai hadiah. Mulai dari Sepeda, Motor, hingga hadiah Umroh, makan gratis dan hiburan panggung rakyat serta aksi terjun payung 10 prajurit dari Kopassus.

Foto: Penrem 091/ASN


Membaur bersama masyarakat, juga ada kegiatan pengobatan umum secara gratis diantaranya pemeriksaan gigi, pelayanan KB, khitanan masal, pemeriksaan matan dan pembagian kaca mata gratis, pemeriksaan gula darah dan klestrol dan pemeriksaan berat badan.

Diketahui TMMD ke-105 di Kelurahan Lokbahu dan Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sei Kunjang, Kota Samarinda, TNI dibantu Polri dan unsur masyarakat berhasil membuat badan jalan sepanjang 1000 meter lebar 7 meter, pembangunan mushola 1 unit ukuran 10×10 meter, pembangunan rumah 1 unit ukuran 4×6 meter dan pembangunan poskamling 2 unit ukuran 4×6 meter.

Foto: Penrem 091/ASN


Sedangkan non fisik penyuluhan bela Negara, wawasan kebangsaan, tertib lalu lintas, narkoba, HIV/Aids, Kamtibmas, Kesehatan remaja, hukum, faham radikal ceramah agama dan sosialisasi perengrutan menjadi anggota TNI AD. (*/zul)

*Sumber: Penrem 091/ASN

banner 200x200

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below