72KALI DIBACA

Pencarian Heli MI-17 Tetap Berjalan di Bawah Koordinasi Mabes TNI

Pencarian Heli MI-17 Tetap Berjalan di Bawah Koordinasi Mabes TNI
Foto: Pendam XVII/Cen

MedanEkspres | Jayapura – Upaya pencarian Heli Penerbad jenis MI 17 No Reg HA 5138 hingga saat ini masih terus dilakukan oleh Kodam XVII/Cenderawasih selaku Komando Operasi TNI Wilayah Papua.

Heli MI 17 dinyatakan lost contact sejak Jumat 28 Juni 2019, pada saat heli tersebut sedang melaksanakan distribusi logistik dan rotasi pasukan Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 725/Wrg di wilayah Oksibil.

Hingga saat ini, Rabu (31/7/2019), pencarian telah memasuki hari ke – 34. Sejak awal pencarian, Koops TNI Wilayah Papua telah melibatkan 7 pesawat pencari, baik pesawat milik TNI maupun pesawat sipil yang diperbantukan dalam kegiatan Search and Rescue (SAR) melalui udara.

Penerbangan SAR dilakukan total sebanyak 70 sortie, dimana masing-masing sortie dilakukan selama 1 – 2,5 jam terbang. Sedangkan pencarian melalui darat telah melibatkan lebih dari 700 personel gabungan yang terdiri dari personel TNI (300 org) , Polri (35 org), Basarnas (30 org) , Pemda dan masyarakat (400 org) .

Wilayah pencarian yang telah disisir melalui udara meliputi seluruh wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Jayapura bagian selatan dan barat. Sedangkan pencarian melalui darat difokuskan di 3 wilayah yaitu Oksibil, Lereh dan Kaureh.

Operasi pencarian heli MI 17 No Reg HA-5138 dipimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, selaku Panglima Komando Operasi TNI Wilayah Papua.

Sebagai informasi, penugasan operasi prajurit TNI beserta Alutsista di wilayah Papua merupakan bagian dari penggunaan kekuatan (Gun Kuat) TNI, dimana dalam hal ini menjadi tanggung jawab dan kewenangan Mabes TNI.

Dalam pelaksanaan tugas operasi, Koops TNI Wilayah Papua langsung mengendalikan jalannya operasi dari ke-3 matra TNI (AD, AL, AU) yang berada di wilayah Papua.

Foto: Pendam XVII/Cen


“Perlu kita perjelas di sini. Meskipun heli beserta awak dan penumpangnya berasal dari matra TNI – AD, namun penugasan mereka di Papua adalah dalam rangka operasi pengamanan perbatasan yang merupakan bagian dari penggunaan kekuatan TNI. Maka komando dan pengendalian berada di bawah Mabes TNI dalam hal ini Satuan Tugas Udara (Satgasud) Koops TNI Wilayah Papua,” terang Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Cpl Eko Daryanto.

“Demikian pula dalam hal operasi pencarian. Koops TNI wilayah Papua tetap di bawah Kodal Mabes TNI, sehingga pengerahan operasional Heli harus atas izin dari Mabes TNI,” pungkas Letkol Cpl Eko Daryanto. (*/zul)

*Sumber: Pendam XVII/Cen

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below