124KALI DIBACA

Brigjen TNI Rochadi Komandan Koopssus TNI

Brigjen TNI Rochadi Komandan Koopssus TNI
Foto: Puspen TNI

MedanEkspres | Jakarta – Usai meresmikan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP, juga melantik Brigjen TNI Rochadi sebagai Komandan Koopssus TNI yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur A Bais TNI.

“Dengan mengucap Bismillahhirahmanirrahim, pada hari ini, Selasa 30 Juli 2018 pukul 08.15 WIB, Komando Operasi Khusus TNI saya nyatakan diresmikan,” ujar Hadi di Lapangan Markas Koopssus TNI, Mabes TNI, Jakarta, Selasa (30/7/2019). Koopssus TNI ini berasal dari matra darat, laut, dan udara.

Pembentukkan Koopssus TNI berdasarkan Peraturan Panglima (Perpang) TNI Nomor 19 Tahun 2019 tanggal 19 Juli 2019 tentang Organisasi dan Tugas Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia.

Sebelumnya, TNI pernah memiliki Koopssusgab TNI yang dibentuk oleh Moeldoko selaku Panglima TNI pada 2015. Tim ini merupakan gabungan pasukan elite dari tiga matra TNI, yakni Sat-81 milik TNI AD, Denjaka milik TNI AL, dan Satbravo-90 dari TNI AU. Namun, tim ini dibekukan.

Berdasarkan Perpang, struktur organisasi Koopssus TNI terdiri dari eselon pimpinan, pembantu pimpinan, eselon pelayanan dan eselon pelaksana.

Dalam upacara tersebut, Hadi juga melakukan penandatangan pakta integritas dan penandatanganan naskah peresmian kesatuan. Kedua proses itu disaksikan oleh Kababinkum TNI Mayjen Joko Purnomo dan Komandan POM TNI Mayjen TNI Dedy Iswanto.

Pasukan yang terlibat dalam upacara peresmian ini terdiri dari peleton Satkorsik Denma Mabes TNI, Koopssus TNI, Kopassus TNI AD, Marinir TNI AL, Paskhas TNI AU, dan Taipur Kostrad TNI AD.

Alutsista yang dikerahkan yaitu 1 unit ATAV, 2 unit Sea Rider, 2 unit Rantis Serbu, 1 unit Mars Tangga, dan 1 unit P2 Komando.

Berdasarkan informasi, peresmian Koopssus TNI akan dimeriahkan dengan demontrasi terjun payung. Upacara peresmian Koopssus TNI dihadiri Kabaharkam Polri Komjen Pol Condro Kirono, Ketua DPR Bambang Soesatyo, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, hingga Wakil Ketua DPD Nono Sampono.

Pembentukan Koopssus TNI ini juga telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo lewat Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 10 Tahun 2010 tentang Sususan Organisasi Tentara Nasional Indonesia. Perpres tersebut ditandatangani dan mulai berlaku sejak 3 Juli 2019.

Koopssus TNI bertugas untuk menyelenggarakan operasi khusus dan memberikan dukungan dalam operasi khusus yang membutuhkan kecepatan dan keberhasilan tinggi.

“Guna menyelamatkan kepentingan nasional di dalam maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka mendukung tugas pokok TNI,” dikutip dari situs seskab.go.id.

Foto: Puspen TNI


Kedudukan Dankoopssus TNI berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Panglima TNI. Dankoopssus TNI juga dibantu oleh Wadankoopssus TNI. Sementara dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, Dankoopssus TNI berkoordinasi dengan Kasum TNI.

Dalam Perpres 42/2019 itu juga disebutkan soal Komando Operasi TNI. Susunannya terdiri dari Komando Pertahanan Udara Nasional; Komando Gabungan Wilayah Pertahanan; Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat; Komando Pasukan Khusus; Komando Daerah Militer; Komando Armada; Komando Lintas Laut Militer; dan Komando Operasional TNI Angkatan Udara.

Hadi mengatakan, kesatuan yang terdiri dari prajurit-prajurit pasukan khusus Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara itu, nantinya akan disiapsiagakan di lingkungan Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

“Pasukan khusus dari tiga matra, darat, laut, udara, siaga di Mabes TNI. Sewaktu-waktu bisa digunakan oleh Panglima TNI atas perintah Presiden,” kata Hadi kepada wartawan selepas meresmikan Koopssus TNI.

Secara struktural, Koopssus TNI berada di bawah komando Panglima TNI. Harapannya, Panglima TNI dapat segera menggerakkan pasukan tersebut dengan cepat apabila dibutuhkan.

Hadi menyebut, kecepatan merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Koopssus. Sebab, salah satu fungsi Koopssus adalah penindakan terorisme baik dalam maupun luar negeri.

“Ketika ada ancaman dari dalam maupun luar negeri, Panglima TNI langsung bisa memerintahkan untuk bergerak dengan cepat dengan tingkat keberhasilan sangat tinggi,” kata Hadi.

Koopssus TNI terdiri dari 500 personel. Sebanyak 400 personil menjalankan fungsi penangkalan terorisme. Sementara, 100 personil atau satu kompi lainnya melakukan penindakan aksi terorisme. (*/zul)

*Sumber: Puspen TNI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below