92KALI DIBACA

Intel Kodim Ungkap Motif BIN Palsu Diotaki “Irjen Polisi”

Intel Kodim Ungkap Motif BIN Palsu Diotaki “Irjen Polisi”
Foto: Kodim 0816/Sidoarjo

MedanEkspres | Sidoarjo – Personil Intel Kodim 0816/Sidoarjo berhasil membongkar motif rekrutmen anggota BIN abal-abal yang diotaki pelaku berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) yang belakangan diketahui palsu juga.

Dikutip MedanEkspres.com dari Jpnn, kasus ini terungkap dari Sunarto, seorang pedagatng air mineral yang mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN).

Awalnya, anggota Intel Kodim 0816/Sidoarjo mendapat informasi ada seorang anggota BIN berkeliaran di Desa Tropodo, Kecamatan Krian. Namanya Sunarto.
Kabarnya, pria baru 43 tahun tersebut juga sering mendatangi pabrik-pabrik. Tujuannya tidak jelas.

Bukan hanya itu, Sunarto juga menawari teman-teman dan kenalannya untuk ramai-ramai menjadi anggota telik sandi. Syaratnya, membayar Rp85 juta, seperti yang dilakukannya. Dengan memenuhi syarat utama ini, maka siapa pun bisa menjadi anggota BIN.

Mulai curiga dengan informasi warga ini, anggota Intel Kodim 0816/Sidoarjo itupun menelusurinya. “Ini jelas abal-abal,” ungkap petugas intelijen asli itu, Rabu (24/7/2019) kemarin.

Kecurigaannya benar. Sunarto dipancing untuk ketemuan di sebuah pujasera kawasan Krian pada Senin (22/7/2019) malam.
Saat ditanyai identitasnya, Sunarto begitu percaya diri.

Intel palsu ini menunjukkan kartu identitasnya kepada intel sejati. Tapi apa lacur. Ternyata identitas BIN yang dia tunjukkan hanya sebuah kartu seukuran kartu asuransi kesehatan. Warnanya biru mirip KTP. Seram, tapi lucu. Sebab, di kartu itu juga tertera izin memegang senjata api.

Tentu saja anggota TNI ini tersenyum. Sebab, tidak mungkin identitas BIN asli seperti itu. “Identitas BIN itu kecil,” ungkapnya. Jelas tidak mungkin seperti kartu identitas gadungan.

Sunarto dicecar banyak pertanyaan. Diinterogasi sampai wajahnya pucat pasi. Warga Desa Sugihwaras, Candi, itu kemudian “bernyanyi”.

Dia mengatakan belum setahun direkrut menjadi intel oleh seseorang bernama Bambang Supeno, (53) yang pengakuannya sebagai BIN Ketua Divisi II. Duit Rp50 juta pun telah disetor kepada Bambang Supeno.

Karena sadar telah ditipu, Sunarto pun menuruti permintaan anggota Intel Kodim 0816/Sidoarjo untuk memanggil secara rahasia Bambang Supeno yang sedang berada di Solo.

Singkat cerita, sosok Bambang Supeno tiba di Sidoarjo, Senin (22/7/2019) malam. Dia naik bus dari Solo ke Terminal Bungurasih. Begitu menginjakkan kaki di terminal, pria 53 tahun ini langsung disergap. “Itu dalangnya,” kata anggota Kodim Sidoarjo yang namanya menolak disebutkan.

Bambang pun segera diinterogasi. Dia ngeyel. Masih berlagak sebagai anggota BIN. Malah, dia mengaku sebagai jenderal polisi bintang dua alias Irjen pol.

“Ini identitas saya,” ungkapnya kepada petugas. Hati-hati agar tidak salah bertindak, jati diri Bambang Supeno pun dilacak. Namun tetap tak ditemukan identitas anggota BIN berpangkat Irjen Pol atas namanya. Palsu! Sudah jelas.

Begitu kedoknya terbongkar, lelaki asal Lampung itu lemas. Belakangan identitasnya semakin terungkap. Bambang punya nama ganda, yaitu Imam Dofir. Dia dipecat dari anggota kepolisian pada 2000. Kali terakhir dia bertugas di Lampung dengan pangkat Aiptu.

Kepada petugas, Bambang mengaku bahwa Sunarto bukan satu-satunya rekrutannya sebagai intel abal-abal. Ada seorang lagi warga Pasuruan. Namanya Sambul Bahri yang sudah membayar Rp25 juta. Sisanya segera dilunasi.

Pengakuan Bambang, para korbannya tertarik untuk direkrut karena iming-iming hasil yang menggiurkan.

Sunarto dan Samsul ditugasi blusukan ke perusahaan-perusahaan. Cukup menunjukkan kartu identitas, mereka bisa mendapat uang tambahan.

Mereka juga dijanjikan segera dilatih pada September di Madiun atau Malang. Bahkan, keduanya berpeluang menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Sunarto semakin tergiur karena juga boleh merekrut sendiri anggota baru. Mereka juga boleh menarik uang sebagai ganti setorannya kepada Bambang. Kartu identitas palsu dan berkas-berkas lain bisa dibuat sendiri.

“Kasusnya sudah diserahkan ke Polresta,” kata Dandim 0816/Sidoarjo, Letkol Kav Arief Cahyo Widodo kemarin. Dia belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut.

Sementara, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Ali Purnomo membenarkan adanya pelimpahan kasus intel BIN abal-abal itu dari Kodim Sidoarjo. Hanya, dia enggan berkomentar panjang lebar dulu. Sebab, kasusnya sedang dikembangkan.

Dia ingin memastikan ada atau tidak nama lain yang terlibat. “Nanti kalau sudah jelas semua, kami rilis,” katanya. (*/zul)

*Sumber: jpnn.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below