249KALI DIBACA

Atasi Abu Sisa Pembakaran Batubara, Korem 032/Wbr Tawarkan Dekomposer BIOS-44 ke PLTU Ombilin

Atasi Abu Sisa Pembakaran Batubara, Korem 032/Wbr Tawarkan Dekomposer BIOS-44 ke PLTU Ombilin
Foto: Penrem 032/Wbr

MedanEkspres | Sawahlunto – Hingga saat ini, produksi listrik PLTU Ombilin di Desa Sijantang Koto, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat, masih menggunakan batubara sebagai sumbernya. Sayangnya, proses pembakaran batubara ini menghasilkan limbah yang dapat menimbulkan permasalahan bagi lingkungan dan kesehatan.

Permasalahan limbah ini menjadi sangat rumit, makin hari limbah semakin bertambah, sementara pembuangan abu terkendala, maka bertumpuklah abu.

Untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini, Korem 032/Wirabraja melalui program pembinaan teritorial (Binter) mencoba memberikan gagasan dan solusi dengan menggunakan dekomposer Bios-44 yang selama ini sudah terbukti penggunaannya di bidang pertanian, perikanan, perkebunan dan juga efektif untuk digunakan di daerah bekas tambang.

Bertempat di Aula PLTU Ombilin di Desa Sijantang Koto, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat, Minggu (21/7/2019), Komandan Korem 032/Wbr, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo beserta jajaran melakukan kunjungan ke PLTU Ombilin untuk mengadakan diskusi sekaligus silaturahmi terkait hal tersebut.

Manager Unit Pelaksana pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Ombilin, Bapak Daryanto sangat mengapresiasi langkah Komandan Korem (Danrem) 032 Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arif Wibowo beserta jajaran dalam hal berbagi solusi mengatasi masalah dari abu sisa pembakaran PLTU Sijantang.

“Kami sangat mengapresiasi langkah ini dalam hal mencari jalan keluar permasalahan dari limbah sisa pembakaran yang sedang kami hadapi. Mudah-mudahan ini dapat berdampak positif sehingga abu sisa pembakaran PLTU Sijantang dapat di manfaatkan apalagi bisa menjadi sebuah produk yang bermanfat bagi orang banyak tentunya menjadi suatu hal yang luar biasa”, pungkas Daryanto.

Foto: Penrem 032/Wbr


Diungkapkan Danrem, dikarenakan permasalahan yang timbul ini, tidak hanya menjadi masalah dan tanggung jawab PLTU ataupun pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh komponen, termasuk TNI AD sebagai bagian komponen dari masyarakat juga untuk membangun kepentingan yang lebih besar.

“Saya juga sudah laporkan ke Kementrian Lingkungan Hidup dalam hal menyelesaikan permasalahan di wilayah dalam hal penataan limbah batubara dengan menggunakan Bios-44.

“Kita gunakan cairan dekomposer BIOS 44 sebagai pengikat abu pembakaran untuk nantinya kita kembalikan lagi ke alam dalam bentuk pupuk yang bisa digunakan untuk tanaman ataupun perkebunan”, ujar Danrem.

TNI AD dalam hal ini Korem 032/Wbr telah menggunakan BIOS 44 dalam penyuburan tanah maupun peningkatan budi daya pertanian juga perikanan.

“Dengan terselesaikannya permasalahan ini nantinya diharapkan ada nilai baru yg bisa ditonjolkan dari perusahaan ini kedepannya,” tambah Brigjen TNI Kunto. (*/zul)

*Sumber: Penrem 032/Wbr

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below