290KALI DIBACA

Taruna Satlak Hiu Latsitardanus XXXIX/2019 Gelar Malam Inagurasi

Taruna Satlak Hiu Latsitardanus XXXIX/2019 Gelar Malam Inagurasi
Foto: Pen AAL

MedanEkspres | Bojonegoro – Dipenghujung kegiatannya dalam Latsitardanus XXXIX/2019 di wilayah kecamatan Bubulan, kabupaten Bojonegoro, Taruna Satlak Hiu bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bojonegoro menggelar malam inagurasi bertempat di lapangan SMPN 1 Bubulan, desa Bubulan, kecamatan Bubulan, kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (11/04/2019).

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Drs. Budi Irawanto, M.Pd, Sekda Kabupaten Bojonegoro Yayan Rohman, Komandan Satlak Hiu Letkol Laut (T) Andry Kuswoyo, S.T., M.Tr (Hanla), Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto, S.Sos, pejabat Forkopimda Kabupaten Bojonegoro, Kepala SKPD Kabupaten Bojonegoro, Camat Bubulan Agus S. Hardiyanto, S.STP., M.M., Kepala Desa jajaran Kecamatan Bubulan, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Acara dimeriahkan dengan penampilan berbagai kesenian, diantaranya penampilan tarian khas dari Bojonegoro yakni Tari Tengul dari Sanggar Tari Angling Dharmo Bojonegoro, Campursari Tombo Ati Bojonegoro, Band Taruna dan penampilan kocak dari pelawak terkenal dari Bojonegoro yaitu Gento Cs.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Bojonegoro Drs. Budi Irawanto, M.Pd menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan fisik dan non fisik Latsitardanus XXXIX/2019 di wilayah Bojonegoro sehingga program latihan dapat terlaksana dengan lancar.

“Kepada Taruna dan Taruni saya berpesan agar kelak dapat tetap menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas dalam melaksanakan tugas kedinasan dimasa yang akan datang”, pesan Wakil Bupati Bojonegoro.

Sementara itu Komandan Satlak Hiu Letkol Laut (T) Andry Kuswoyo, S.T., M.Tr (Hanla) mengatakan selama 12 hari kegiatan Latsitardanus XXXIX/2019 di wilayah kecamatan Bubulan berjalan lancar dan sambutan hangat dari masyarakat yang luar biasa, ini semua berkat bantuan, kerjasama dan perhatian seluruh masyarakat Bojonegoro serta Pemkab Bojonegoro dan jajarannya.

“Hal ini mendapat apresiasi dan penghargaan yang tinggi dari pemimpin kami, untuk itu sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bojonegoro”, ungkap Komandan Satlak Hiu. Malam ini kami mohon pamit karena besuk kami akan kembali ke Surabaya dan mohon maaf atas segala kekurangan dari para Taruna, praja dan mahasiswa dan staf Satlak Hiu selama berada di Kecamatan Bubulan, Bojonegoro, lanjut Komandan Satlak Hiu.

Pada kesempatan itu salah satu tokoh masyarakat Bubulan, Nurhadi (65), mengungkapkan kesannya terhadap keberadaan para Taruna di kecamatan Bubulan. Dia mengatakan merasa adem dan panas. Merasa adem karena hatinya sangat sejuk, semranak, tidak stress karena ditungguin para Taruna selama 12 hari telah mengabdikan diri dengan bhakti sosial dan karya bhakti kepada masyarakat Bubulan dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Sedangkan merasa panas, karena dia merasa belum bisa memberikan apa-apa untuk membalas budi para Taruna selama mengabdi di Bubulan. “Saya seumur hidup di Bubulan baru kali ini desa kami dikunjungi adik-adik Taruna calon pemimpin bangsa”, ungkap Nurhadi dengan mata berkaca-kaca.

Tokoh masyarakat Bubulan ini juga memberi nama Monumen Tugu Integrasi Taruna Satlak Hiu dengan sebutan Tugu Selokerto. Selo artinya batu, sedangkan Kerto artinya jauh dari ancaman.

“Jadi dengan berdirinya Tugu Selokerto ini menandakan bahwa kecamatan Bubulan agar dijauhkan dari malapetaka, dijauhkan dari bencana, diberikan amanah menjadi masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Dia juga menceritakan, dahulu ditempat Tugu Selokerto berdiri saat ini, terdapat sebuah monumen yang biasa disebut masyarakat Gubuk Dhuwur, sebuah bagunan setinggi 25 meter sebagai tempat pengawas hutan pada masa pemerintahan penjajah Belanda. “Setiap pengawas menembak dari atas gubuk itu, pasti kena sasaran” kenang Nurhadi.

Pada acara tersebut juga dilaksanakan pemberian cinderamata dari Taruna kepada pejabat kabupaten Bojonegoro serta cinderamata dari Dansatlak Hiu berupa miniatur KRI Bima Suci kepada pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang diterima oleh Wakil Bupati Bojonegoro. (*/zul)

*Sumber: Pen AAL

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below