338KALI DIBACA

Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO Gelar Operasi Damaikan Dua Suku dan Amankan Ratusan Senjata Panah

Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO Gelar Operasi Damaikan  Dua Suku dan Amankan Ratusan Senjata Panah
Foto: Puspen TNI

MedanEkspres | Kongo – Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-A Rapidly Deployable Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) melaksanakan gelar “Operasi Laba-laba” dalam misi Long Range Mission (LRM) bersama dengan staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDRRR) berhasil mendamaikan dua kelompok suku yang bertikai Suku Twa dan Suku Bantu serta mengamankan ratusan senjata busur dan anak panah di wilayah Kampung Kambu, Elia, Kabeke dan Fatuma, Republik Demokratik Kongo.

Demikian dikatakan Komandan Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO Kolonel Inf Dwi Sasongko, pada saat menerima satu tim LRM dan staf DDRRR usai melaksanakan misi LRM bertempat di Head Quarter MONUSCO, Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Kamis (4/4/2019.

Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO menugaskan sejumlah prajurit dipimpin oleh Kapten Caj Deliyana Yudha Negara, S.Psi., dan staf DDRRR yang dipimpin oleh Mr. Jeannot Moluba melaksanakan kegiatan selama empat hari di beberapa wilayah desa, diantaranya adalah Fatuma, Kambu, Kabeke, Elia, Kabwela, Lioni dan Mwanza, kata Dansatgas.

Di masing-masing desa tersebut juga dilaksanakan kegiatan layanan kesehatan gratis dan pendampingan psiko sosial oleh personel staf Civil and Military Coordination (CIMIC) sebagai sarana untuk komunikasi dan interaksi antara personel satgas bersama warga masyarakat, tambahnya.

Dalam operasi tersebut berhasil mendamaikan dua suku dan mengamankan sejumlah peralatan perang terdiri dari 315 busur, 550 anak panah, serta berbagai macam senjata tajam lainnya, yang diserahkan oleh masyarakat kepada Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco.

Penyerahan peralatan perang dari kedua suku tersebut dilatarbelakangi oleh niatnya untuk menghentikan peperangan dan menyatakan sepakat damai. Kesepakatan tersebut telah dibuat beberapa bulan sebelumnya yang ditandatangani oleh kedua belah pihak yaitu Byandike Swedi Shambaza pemimpin dari Suku Bantu dan Kisibwe Ponda Mali pemimpin dari suku Twa. (*/zul)

*Sumber: Puspen TNI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below